Selasa, 08 Oktober 2013

JIKA IA BUKAN JODOHKU, YA ALLAH



    Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku... aku tak ingin mencintai orang yang salah, sungguh... walaupun melupakannya sangat menyakitkan... aku berusaha untuk sanggup... gugurkanlah satu-persatu dengan perlahan semua kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku... karena jika semuanya terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku sendiri...

     Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku... aku akan merasa bersalah dan mengutukuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun di hatiku bukanlah qawwamku... aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi di hatiku... tapi, demi keridhoan-Mu, apa yang tidak akan aku lakukan ?

     Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... kumohon, jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku... karena itu hanya membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingat-Mu...

Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku... karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya...

     Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagi netraku... karena sungguh atas perasaan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya.

Ya Allah..
Berikanlah Jodoh yang Terbaik untuk ku.

Ya Allah..
Berikanlah pasangan yang sholeh dan sholehah untuk ku

Selasa, 01 Oktober 2013

PENCATATAN SAHAM

Saham yang dicatatkan di BEI dibagi atas dua papan pencatatan yaitu Papan Utama dan Papan Pengembangan dimana penempatan dari emiten dan calon emiten yang disetujui pencatatannya di dasarkan pada pemenuhan persyaratan pencatatan awal pada masing-masing papan pencatatan.

Papan Utama ditujukan untuk calon emiten atau emiten yang mempunyai ukuran (size) besar dan mempunyai track record yang baik. Sementara Papan Pengembangan dimaksudkan untuk perusahaan-perusahaan yang belum dapat memenuhi persyaratan pencatatan di Papan Utama, termasuk perusahaan yang prospektif namun belum menghasilkan keuntungan, dan merupakan sarana bagi perusahaan yang sedang dalam penyehatan sehingga diharapkan pemulihan ekonomi nasional dapat terlaksana lebih cepat.

Persyaratan Umum Pencatatan di BEI

Calon emiten bisa mencatatkan sahamnya di Bursa, apabila telah memenuhi syarat berikut:
- Pernyataan Pendaftaran Emisi telah dinyatakan Efektif oleh BAPEPAM-LK.
- Calon emiten tidak sedang dalam sengketa hukum yang diperkirakan dapat mempengaruhi kelangsungan perusahaan.
- Bidang usaha baik langsung atau tidak langsung tidak dilarang oleh Undang-Undang yang berlaku di Indonesia.
- Khusus calon emiten pabrikan, tidak dalam masalah pencemaran lingkungan (hal tersebut dibuktikan dengan sertifikat AMDAL) dan calon emiten industri kehutanan harus memiliki sertifikat ecolabelling (ramah lingkungan).
- Khusus calon emiten bidang pertambangan harus memiliki ijin pengelolaan yang masih berlaku minimal 15 tahun; memiliki minimal 1 Kontrak Karya atau Kuasa Penambangan atau Surat Ijin Penambangan Daerah; minimal salah satu Anggota Direksinya memiliki kemampuan teknis dan pengalaman di bidang pertambangan; calon emiten sudah memiliki cadangan terbukti (proven deposit) atau yang setara.
- Khusus calon emiten yang bidang usahanya memerlukan ijin pengelolaan (seperti jalan tol, penguasaan hutan) harus memiliki ijin tersebut minimal 15 tahun.
- Calon emiten yang merupakan anak perusahaan dan/atau induk perusahaan dari emiten yang sudah tercatat (listing) di BEI dimana calon emiten memberikan kontribusi pendapatan kepada emiten yang listing tersebut lebih dari 50% dari pendapatan konsolidasi, tidak diperkenankan tercatat di Bursa.
- Persyaratan pencatatan awal yang berkaitan dengan hal finansial didasarkan pada laporan keuangan Auditan terakhir sebelum mengajukan permohonan pencatatan.

Persyaratan Pencatatan di Papan Utama

Calon Perusahaan Tercatat akan dicatatkan untuk pertama kalinya di Papan Utama apabila memenuhi persyaratan berikut:
1. Telah memenuhi persyaratan umum pencatatan saham

2. Sampai dengan diajukannya permohonan pencatatan, telah melakukan kegiatan operasional dalam usaha utama (core business) yang sama minimal 36 bulan berturut-turut.
3. Laporan Keuangan telah diaudit 3 tahun buku terakhir, dengan ketentuan Laporan Keuangan Auditan 2 tahun buku terakhir dan Laporan Keuangan Auditan interim terakhir (jika ada) memperoleh pendapat Wajar Tanpa Pengecualian(WTP).
4. Berdasarkan Laporan Keuangan Auditan terakhir memiliki Aktiva Berwujud Bersih (Net Tangible Asset) minimal Rp 100.000.000.000,- (seratus miliar rupiah)
5. Jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham yang bukan merupakan Pemegang Saham Pengendali (minority shareholders) setelah Penawaran Umum atau perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek lain atau bagi Perusahaa Publik yang belum tercatat di Bursa Efek lain dalam periode 5 (lima) hari bursa sebelum permohonan pencatatan, sekurang-kurangnya 100.000.000 (seratus juta) saham atau 35% dari modal disetor (mana yang lebih kecil).
6. Jumlah pemegang saham paling sedikit 1.000 (seribu) pemegang saham yang memiliki rekening Efek di Anggota Bursa Efek, dengan ketentuan:
- Bagi Calon Perusahaan Tercatat yang melakukan penawaran umum, maka jumlah pemegang saham tersebut adalah pemegang saham setelah penawaran umum perdana.
- Bagi Calon Perusahaan Tercatat yang berasal dari perusahaan publik, maka jumlah pemegang saham tersebut adalah jumlah pemegang saham terakhir selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum mengajukan permohonan pencatatan.
- Bagi Calon Perusahaan Tercatat yang tercatat di Bursa Efek lain, maka jumlah pemegang saham tersebut adalah dihitung berdasarkan rata-rata per bulan selama 6 (enam) bulan terakhir.

Persyaratan Pencatatan di Papan Pengembangan

Calon Perusahaan Tercatat akan dicatatkan untuk pertama kalinya di Papan Pengembangan apabila memenuhi persyaratan berikut:

1. Telah memenuhi persyaratan umum pencatatan saham

2. Sampai dengan diajukannya permohonan pencatatan, telah melakukan kegiatan operasional dalam usaha utama (core business) yang sama minimal 12 bulan berturut-turut.

3. Laporan Keuangan Auditan tahun buku terakhir yang mencakup minimal 12 bulan dan Laporan Keuangan Auditan interim terakhir (jika ada) memperoleh pendapat Wajar Tanpa Pengecualian(WTP).

4. Memiliki Aktiva Berwujud Bersih (net tangible asset) minimal Rp 5.000.000.000,- (lima miliar rupiah)

5. Jika calon emiten mengalami rugi usaha atau belum membukukan keuantungan atau beroperasi kurang dari 2 tahun, wajib:
- Selambat-lambatnya pada akhir tahun buku ke-2 sejak tercatat sudah memperoleh laba usaha dan laba bersih berasarkan proyeksi keuangan yang akan diumumkan di Bursa.
- Khusus bagi calon emiten yang bergerak dalam bidang yang sesuai dengan sifatnya usahanya memerlukan waktu yang cukup lama untuk mencapai titik impas (seperti: infrastruktur, perkebunan tanaman keras, konsesi Hak Pengelolaan Hutan (HPH) atau Hutan Tanaman Industri (HTI) atau bidang usaha lain yang berkaitan dengan pelayanan umum, maka berdasarkan proyeksi keuangan calon perusahaan tercatat tsb selambat-lambatnya pada akhir tahun buku ke-6 sejak tercatat sudah memperoleh laba usaha dan laba bersih.

6. Jumlah saham yang dimiliki oleh pemegang saham yang bukan merupakan Pemegang Saham Pengendali (minority shareholders) setelah Penawaran Umum atau perusahaan yang sudah tercatat di Bursa Efek lain atau bagi Perusahaa Publik yang belum tercatat di Bursa Efek lain dalam periode 5 (lima) hari bursa sebelum permohonan pencatatan, sekurang-kurangnya 50.000.000 (lima puluh juta) saham atau 35% dari modal disetor (mana yang lebih kecil).

7. Jumlah pemegang saham paling sedikit 500 (lima ratus) pemegang saham yang memiliki rekening Efek di Anggota Bursa Efek, dengan ketentuan:
- Bagi Calon Perusahaan Tercatat yang melakukan penawaran umum, maka jumlah pemegang saham tersebut adalah pemegang saham setelah penawaran umum perdana.
- Bagi Calon Perusahaan Tercatat yang berasal dari perusahaan publik, maka jumlah pemegang saham tersebut adalah jumlah pemegang saham terakhir selambat-lambatnya 1 (satu) bulan sebelum mengajukan permohonan pencatatan.
- Bagi Calon Perusahaan Tercatat yang tercatat di Bursa Efek lain, maka jumlah pemegang saham tersebut adalah dihitung berdasarkan rata-rata per bulan selama 6 (enam) bulan terakhir.

8. Khusus calon emiten yang ingin melakukan IPO, perjanjian penjaminan emisinya harus menggunakan prinsip kesanggupan penuh (full commitment).

KAPAN NIKAH ?





Pertanyaan ini seharusnya tidak perlu dirisaukan. Meski seringkali kita bakalan sewot setengah mati dengan pertanyaan itu. Saking jengkelnya kita, seolah kita ingin bertanya,” kenapa sih nanya-nanya, suka-suka dong saya mau nikah kapan. Apa urusannya sama kamu…?”, Tapi karena kita adalah orang baik yg tidak ingin menyakiti orang lain, maka ada baiknya hal itu tidak kita lakukan. Kenapa tidak kita jawab dengan tersenyum dan berkata: “ Pernikahan adalah keinginan setiap orang. Dan kapan kita menikah sudah ditentukan oleh Allah. Jadi kalau pertanyaanmu adalah kapan, maka jawaban pastinya ada pada Allah. Karena Allah lah yg paling tahu kapan kita akan menikah. Kita boleh saja berencana, tapi Allah lah yg menentukan. Allah Maha Tahu kapan aku akan mendapat jodoh dan kapan aku jadi pengantin”.

Nah, saya rasa jawaban ini begitu dewasa. Karena sama sekali tidak menunjukkan sikap emosional kita. Mereka yg bertanyapun akan menghargai jawaban kita. Jadi, jangan bingung lagi bila seseorang bertanya,”kapan nikah?” Jawab saja dengan tersenyum dgn kalimat seperti itu.

Terlebih lagi, bukankah mengejar jodoh seperti mengejar rejeki. Tak perlu dikejar akan datang bila memang sudah jatahnya. Namun,meskipun berupaya keras mengejarnya, ia tak akan ada ditangan bila Allah mentakdirkan memang bukan hak kita. Berusah terus semaksimal mungkin, namun bila ditolak, ya bersabar dan terus berusaha. Sehingga adanya pertanyaan ‘kapan menikah’ adalah bersifat tentative, artinya belum pasti.
Orang yg sudah dilamar dan sudah jelas hari H pernikahannya, bisa saja bubar dgn sebab tertentu karena suatu sebab yg Allah kehendaki, apalagi kita yg baru mencari jodoh. Jadi bisa saja kita akan menikah besok, minggu depan, bulan depan, atau bahkan 5 tahun lagi. Karena peluang selalu datang secepat ia pergi. Datang dgn cepat dan hilangpun dalam sekejap. Jadi kenapa pula mesti terus bersedih dan menangis diujung malam?

Mungkin tawaran menikah datang ketika kita masih jual mahal. Disaat usia kita masih 20-an tahun keatas, maka kita merasa masih layaknya seorang gadis yg bisa memilih siapapun. Apalagi yg berpredikat sebagai mahasiswa atau mahasiswi, mentang2 seorang intelek dan terpelajar maka berpikiran: “ yang menikahiku jg HARUS paling tidak bertitel sarjana, yg penting aku jadi sarjana, kalau sudah bertitel jadi sarjana toh banyak yg akan melamarku.”

Sehingga ketika ada pria yg datang melamar dgn sangat teliti kita akan memeriksanya. Bahkan, kita cenderung begitu cepat menolak begitu saja karena hanya beberapa criteria tidak kita temukan pada diri pria itu. Akhirnya kesempatan itu hilang sudah. Dan waktupun begitu cepat berlalu. Begitu lulus kuliah dan jadi sarjana, akhirnya bekerja, saking semangat2nya bekerja mengumpulkan uang, lupa akan kodratnya sebagai wanita. Sekarang usia sudah mencapai 30 tahun, ternyata kita masih sendiri. Dan peluang menikah yg dulu pernah menyapa, kini tak pernah hadir lagi. Duh, alangkah meruginya dirimu !

SAYA MUSLIMAH YANG KUAT, TIDAK SECENGENG ITU..!

Wanita memang akan selalu menjadi wanita. Sikapnya yg lembut dan mudah untuk merasa malu membuatnya tak kuasa untuk bilang “ Aku suka kamu..”, atau akan terlihat tabu manakala ada seorng akhwat dgn sangat terus terang menyatakan “ ya akhi.,aku ingin menjadi istrimu..”. kalaupun ada, memang cuma 1 diantara 1000. Padahal menurut saya itu adalah sikap mulia yg tinggi, yg mencerminkan seorang wanita solehah sejati. Memang butuh komitmen tinggi dan perjuangan luarbiasa utk mengeluarkan kata itu dari bibirnya.

“Saya hanyalah seorang makhluk hawa...”, itulah kata mereka. Ingin rasanya memanggil-manggil nama si ikhwan A atau B atau C agar dia menoleh ke kita, sehingga dia akan tahu bahwa kita mencintainya. Tapi hati ini tak mampu, lidah inipun terasa kelu. Justru yg datang malah perasaan malu yg datang hilir mudik tak mau berhenti. “Aku sayang dia, dan aku ingin dia tahu perasaan ini “, itulah kata2 yg selalu terbawa mimpi oleh kebanyakan akhwat sekarang ini. Kata2 yg hanya ada didasar hati tetapi tidak berani diungkapkan. Tak berani dinyatakan, cuma dipendam dalam hati. Tetapi ketika si ikhwan yg dia harapkan cintanya ternyata telah bersanding di pelaminan, diri ini hanya mendesah berat dgn mata berkaca-kaca,” kenapa tidak kau pilih aku..?!”.

Nah, kalau sudah begitu mulai sekarang tata dan perbarui hatimu ! Cengeng ? kenapa harus mnjadi cengeng. Engkau muslimah sejati, generasi dakwah yg mumpuni, tidak perlu selemah itu. Jika kau yakinkan dalam hati “Aku masih punya Allah Yang Maha Menjawab Doa”, maka cengeng itu tidak perlu kau sandang. Kalau sekarang tambatan hati dan belahan jiwa blm jg menyapa kita dgn senyum manisnya, kita yakin suatu saat nanti akan tiba. Dia akan hadir dgn segepok cinta dan segebung kasih sayang yg selalu kita nantikan.

Menambatkan hati kepada Sang Pemegang Hidup, Allah Ta’ala, akan menentramkan hati dan melembutkan jiwa kita. Rasa gelisah, gundah gulana dan payah akan tersapu sudah oleh kuatnya keyakinan IMAN yg menancap didada.
“Saya seorang muslimah, saya tegar, dan akan selalu tegar..”, katakanlah kalimat itu dgn tatapan tajam ke cermin, kepalkan tangan dan tetaplah optimis. Kita adalah muslimah sejati, bukan generasi islam yg mudah putus asa. Harapan yg kita miliki akan selalu baru dan terbarui oleh jiwa yg kita miliki. Harapan kita kepada Allah adalah bukan harapan yg main-main. Kita boleh saja berharap kepada orang2 yg kita andalkan, tapi harapan kepada Allah tidak boleh pupus begitu saja, justru harus terus dipupuk. Justru harapan kpd Allah inilah yg akan menjadi bara api dalam hati yg tidak akan pernah padam, yg akan selalu memotivasi kita. Allah tidak tidur, setiap hari DIA dalam kesibukan, maka akan selalu mendengar doa kita.

Kita hanya akan menyampaikan kepada Allah dalam shalat malam yg kita dirikan. Berderai airmata tercurah, harapan yg begitu besar tertambat, hanya kepada Allah sang penjawab doa. Sekali lagi, keresahan dan kegelisahan hatimu karena menunggu sang kekasih hati belahan jantung yg belum juga datang, JANGANLAH sampai mengubah pandanganmu kepada Sang Pemilik Cinta. DIA-lah yang membolak-balikkan hati manusia. Satu saat, doamu akan terjawab, dan belahan hatimu akan datang kepadamu sambil berkata,” Yaa ukhti..maukah engkau menikah denganku..?”. Nah, pada saat itu engkau akan tahu betapa Maha Besarnya Allah karena telah mengirimkan padamu seorang Mujahid tangguh yg akan menyempurnakan separuh agamamu dan memenuhi sunah rasulNya.

Semoga bermanfaat, jabat erat dan salam hangat..
Wassalam.wr.wb

10 Penyakit Trader

1. Kalo Naik Gak berani beli
  (Atut ah ntar nyangkut?? - nyatanya hrga bergerak liar ke atas)

2. Kalo turun dikit, langsung Cut Lose takut turun dalam
 (dari pada nggak bisa tidur semalaman - Insomnia kalee)

3. Kalo sahamnya gak gerak2 udah di hold lama, lihat yang lain gerak, langsung buang barang.
 (Maaf Yang... Aa pindah ke lain hati, habis kamu nyebelin sich!) :x

4. Kalo udah di bearish dan posisi bottom takut nangkap pisau jatuh.
  (Luka dunk..., mending nangkep bebek aja dah.. enak digoreng)

5. Kalo udah di peak sok? tenang, mau hold selamanya gak mau jualan
 (sampai emitennya di delisiting dr bursa kali yah...)

6. Kalo udah beli ngarep besoknya langsung naik!
  (Bisa Profit taking deh...bisa beli rumah baru, motor baru, mobil baru, pesawat, kapal pesiar, wah semuaaaanya di borong  - matre kabeeeh)

7. Kalo udah jualan ngarep besoknya market nyungsep parah!
  (Nyukurin orang lain yg nyangkut, wah dosa dunk!)

8. Kalo turun nyalahin orang yang ngasih Rekomendasi
(Mengerikan jd analis...he he he)

9. Kalo naik banggain diri sendiri cerita panjaaaang lebar
 (Huh... Sombongnya..)

10. Yang terakhir... Trading pake modal orang laen, turun dalem banget, dan gak sabar, cutloss lebih dari separo, itupun karena terpaksa, dah jatuh tempo alias Forcedsell
(Tukang kredit dateng nagih utang, wah... Lum 1minggu dipake tp pancinya dah bocor yakkk?? Mana DPnya pinjem ama mertua lagi...hiks3x)

Mengatasi Rasa Takut


Dalam trading, ketakutan berasal dari meningkatnya kemungkinan harga memukul stop loss Anda. Dikatakan meningkat karena kemungkinan kehilangan selalu ada, jadi takut biasanya muncul di saat kemungkinan kehilangan tiba-tiba meningkat.

Mengalami rasa takut adalah normal. Bahkan, ketakutan dianggap sebagai mekanisme dasar untuk bertahan hidup. Tanpa rasa takut, kita tidak akan dapat mengenali bahaya dan merespons dengan tepat. Masalah dengan ketakutan muncul saat kita membiarkan bahaya yang dirasakan keluar atau ketakutan kehilangan uang membuat kita mengambil keputusan yang bertentangan dengan kebiasaan trading yang baik dan rencana perdagangan yang telah kita tentukan sebelumnya.


Berurusan dengan Takut
Anda harus menemukan cara untuk menggunakan emosi negatif untuk keuntungan Anda atau yang dikatakan oleh Brett Steenbarger, penulis The Daily Trading Coach, yaitu - membuat takut teman Anda. Karena takut memperingatkan Anda bahwa sesuatu tidak merasa benar tentang trading tsb, Anda harus mencoba untuk mencari tahu apa sebenarnya yang salah. Tanyakan kepada diri Anda pertanyaan-pertanyaan ini:


    * Mengapa saya merasa tidak enak?

    * Apakah itu hanya karena aku takut kehilangan?

    * Atau ada faktor fundamental atau teknis menyuruhku untuk keluar dari trade/posisi ini?

Setelah Anda mengidentifikasi alasan di balik rasa takut Anda, Anda dapat menggunakannya untuk membuat keputusan trading yang lebih baik. Jika Anda mampu menganalisis akar dari ketakutan Anda, Anda dapat melihat kembali rencana trading Anda yang akan membantu Anda memutuskan apa yang harus dilakukan dalam skenario itu.

3 Langkah dalam Berurusan dengan Fear


1. Hadapi rasa takut

Rasa takut adalah bagian dari sifat manusia dan semua orang mengalami itu, jadi rangkullah rasa takut anda dan fokuslah untuk menghadapi nya.

2. Identifikasi sumber ketakutan Anda

Apakah kesemutan  di perut Anda berasal dari alasan yang sah seperti break di support  dan perubahan sentimen pasar, atau apakah itu hanya karena Anda memiliki mimpi buruk tentang trading Anda malam sebelumnya? Belajar untuk mengidentifikasi  jenis ketakutan yang rasional dari ketakutan irasional sehingga Anda dapat fokus bertindak.

3. Gunakan ketakutan untuk membuat keputusan trading yang lebih baik

Setelah Anda menentukan sumber ketakutan Anda, membuat perubahan yang diperlukan pada trading Anda. Dengan cara ini Anda telah berubah rasa takut Anda menjadi area pertumbuhan dan perbaikan.

Seperti  Steenbarger Brett mengatakan, "Keyakinan bukanlah ketiadaan rasa takut, melainkan pengetahuan lah  yang dapat membuat anda lakukan yang terbaik dalam menghadapi stres dan ketidakpastian

Tamak: Emosi Yang Paling Berbahaya



Seorang yang tamak dan pengemis pada dasarnya  satu dan sama.

Pepatah
Swiss di atas tidak bisa lebih benar bagi kita para trader. Seperti yang Anda ketahui, banyak trader (dan rekening mereka) telah menderita karena keserakahan. Bahkan, dari sinilah pepatah yang mengatakan "Bulls dan Bears menghasilkan uang; babi dibantai" itu muncul. Tidak ada binatang lain mewujudkan keserakahan lebih baik dari babi, dan dalam bisnis trading, pasar tidak menunjukkan belas kasihan kepada babi.

Apakah keserakahan?

The Merriam-Webster menggambarkan definisi keserakahan sebagai "keinginan egois dan
hasrat  untuk berlebihan memiliki  sesuatu (seperti uang) lebih daripada yang dibutuhkan." Terdengar akrab?

Mari kita hadapi itu, keinginan kita untuk memperoleh
profit yang baik yang mendorong kita untuk trading, tetapi keinginan ini menjadi tidak sehat - bahkan berbahaya - bila BERLEBIHAN.

Itulah sebabnya keserakahan sering dianggap emosi yang paling berbahaya bagi para
trader, bahkan lebih buruk dari rasa takut. Ketakutan dapat melumpuhkan Anda dan menjauhkan Anda dari trading, tetapi modal Anda dipelihara selama Anda menjaga tangan Anda di saku Anda. Di sisi lain, keserakahan mendorong Anda untuk bertindak, dengan cara dan pada saat Anda seharusnya tidak boleh, itulah mengapa sangat berbahaya.


Bahaya keserakahan

Keserakahan akan meminta anda untuk bertindak tidak rasional. Untuk
trader, ini biasanya datang dalam bentuk over leveraging, Over trading, mengejar pasar, atau berpegang pada sebuah posisi yang Anda tahu Anda harus sudah keluar sejak lama.

Bila Anda berpikir tentang hal itu, keserakahan  tidak berbeda dari alkohol, yang dapat membuat Anda bertindak bodoh ketika Anda memiliki terlalu banyak di sistem anda. Ketika datang ke titik bahwa keserakahan
menutupi penilaian trading Anda, Anda praktis mabuk dengan itu.

Mengatasi keserakahan

Seperti banyak usaha-usaha yang layak lainnya, mengatasi keserakahan memerlukan banyak usaha dan disiplin. Hal ini tidak mudah, tapi bisa dilakukan. Ini semua soal penjinakan ego Anda.

Anda akan harus mengakui dan menerima bahwa Anda tidak
bisa membuat keputusan  yang tepat setiap saat. Akan ada kasus ketika Anda tidak akan menangkap gerakan penuh pasar, atau saat-saat dimana Anda  kehilangan peluang yang bagus sama sekali.

Tapi itu
lah bagaimana trading berjalan. Ketika Anda menerima bahwa pasar lebih besar dari Anda, dan Anda suatu saat pasti membuat kesalahan, maka Anda akan lebih fokus pada mengikuti trading plan Anda  dibanding mengalah pada keserakahan.

Banyak
trader  sukses telah mengatakan bahwa mereka lebih suka menjadi beruntung daripada menjadi hebat. Bagi mereka, lebih baik untuk atribut kesuksesan karena keberuntungan daripada kemampuan mereka sendiri. Ini mungkin tidak baik untuk ego, tapi itu pasti baik untuk jiwa trading Anda. Dan itu mungkin salah satu rahasia trading. Jangan jadi babi dan Anda tidak akan dibantai

JENIS PASAR DI BURSA EFEK

BEI menggolongkan perdagangan saham dalam tiga pasar:
a. Pasar Reguler
b. Pasar Negosiasi
c. Pasar Tunai

Pasar Reguler
Saham-saham di Pasar Reguler diperdagangkan dalam satuan perdagangan “lot”, dan berdasarkan mekanisme tawar menawar yang berlangsung secara terus menerus selama periode perdagangan. Harga-harga yang terjadi di pasar ini akan digunakan sebagai dasar perhitungan indeks di BEI.

Pasar Negosiasi
Pasar Negosiasi dilaksanakan berdasarkan tawar menawar individual antara anggota Bursa Beli dan anggota Bursa Jual dengan berpedoman pada kurs terakhir di Pasar Reguler.

Pasar Tunai
Pasar Tunai tersedia untuk menyelesaikan kegagalan anggota Bursa dalam memenuhi kewajibannya di Pasar Reguler dan Pasar Negosiasi. Pasar Tunai dilaksanakan dengan prinsip pembayaran dan penyerahan seketika (cash & carry).

PENYAKIT HATI [KAGUM DIRI, MERASA POL DEWE]

    Kagum diri dapat diartikan suatu penyakit hati yang membuat seseorang merasa bahagia dengan pujian dari orang lain dan merasa diri...