Minggu, 26 Februari 2017

Adab mencari ilmu Bagian 4



Lanjutan adab tolib berkaitan dengan dirinya:

7- cintailah ilmu,
Jika biasanya seseorang mencari apa yang dicintainya, maka kita mencintai ilmu sebab kita harus mencarinya, sebab ilmu adalah gizi untuk jiwa kita sebagaimana kita makanan adalah dumber gizi untuk raga kita, bahkan kebutuhan kita terhadap ilmu lebih besar daripada kebutuhan kita terhadap makanan, jika makanan kita butuhkan selagi kita masih hidup, maka ilmu kita butuhkan sampai setelah kita mati.
untuk menumbuhkan dan meningkatkan cinta kepada ilmu sangat penting bagi kita untuk mengulang2 kembali dalil2 tentang keutamaan ilmu dan orang yg berilmu.
Membaca kisah perjalanan para ulamak besar, dan pengalaman2 mereka dalam mencari ilmu juga akan membantu menumbuhkan meningkatkan cinta kita pada ilmu.
8- tekun dan sabar
Keberhasilan mencari ilmu bergantung pada ketekunan dan kesabaran, ketekunan dan kesabaran bergantungan pada besarnya motifasi, besarnya motifasi bergantung pada besarnya tujuan.
semua yg bersifat duniya itu kecil, jangan dijadikan sebagai tujuan dalam mencari ilmu, jadikan aherat sebagai tujuan belajar.
9- rajin mencatat, mengahafal dan merojaah.
Abdurrozaq bn hamam berkata:
كُلُّ عِلْمٍ لا يَدْخُلُ مَعَ صَاحِبِهِ الْحَمَّامَ فَلا تَعُدَّهُ عِلْمًا
Semua ilm yang tidak bisa masuk kepemandian bersama pemiliknya, jangan kamu anggab sebagai ilmu.
Maksudnya adalah ilmu itu baru bisa dikatakan sebagai ilmu jika sudah dihafal, sebab yang membedakan antara orang yang berilmu dan tidak berilmu hanya tahu dan tidak tahu, orang yang tahu kalau sudah lupa sama dengan orang belum tahu.
Selain menghafal tolib ilmu juga harus rajin mencatat, sebab sekuat apapun hafalan, tetap rawan dengan lupa, dengan memiliki catatan,maka bisa dijadikan tujuan ketika lupa.
Adapun yang kesilitan dalam menghafal, supaya sering2 membaca catatanya.
Adapun cara mencatat dan menghsfal adalah, catatlah poin2 penting atau menerik yang kita jumpai pada saat mendengar atau membaca, kemudian dari catatan2 itu pilihlah yang paling menarik untuk dihafalkan.
Tempatkan catatan2 itu pada sampul kitab, atau pada diary husus untuk fawaid, dan pastikan catatan itu sudah benar.
Bagi yang punya semangat lebih untuk menghafal, mulailah dari mengahafal Alqur'an, kemudian hadis2 ahkam seperti umdatul ahkam atau bulughul marom, atau kitab yang menggabungkan keduanya, kemudian salah satu kitab matan fiqh.

by: Pak. Abdullah masud

Adab tolib yang berhubungan dengan dirinya Bagian 3



Selain adab sebagai muslim, tolib ilmu memiliki adab husus, yang berhubungan dengan dirinya, majlis ilmunya, dengan gurunya, dan teman2 sesama tholib.
Adapun adab tholib yg berhubungan dengan dirinya diantaranya adalah:
1- niat yg muhlis dalam mencari ilmu.
Sebab mencari ilmu adalah termasuk ibadah yg paling agung, alloh berfirman:
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ (البينة)
Mereka tdk diperintah kecuali agar beribadah kepada Alloh dengan memurnikan agamanya.
Musuh yg paling berbahaya bagi ahli ilmu dan paling merusak barokahnya ilmu adala riya' dan sum'ah dan menjadikan ilmu sebagai alat mencari keduniyaan.
Ancaman tdk karna Alloh dlm mencari ilmu:
- salah satu dari tiga golongan yg pertama kali dihukumi dihari qiyamat adalah:
وَرَجُلٌ تَعَلَّمَ الْعِلْمَ وَعَلَّمَهُ وَقَرَأَ الْقُرْآنَ فَأُتِيَ بِهِ فَعَرَّفَهُ نِعَمَهُ فَعَرَفَهَا قَالَ: فَمَا عَمِلْتَ فِيهَا؟ قَالَ: تَعَلَّمْتُ الْعِلْمَ وَعَلَّمْتُهُ وَقَرَأْتُ فِيكَ الْقُرْآنَ، قَالَ: كَذَبْتَ وَلَكِنَّكَ تَعَلَّمْتَ الْعِلْمَ لِيُقَالَ عَالِمٌ وَقَرَأْتَ الْقُرْآنَ لِيُقَالَ هُوَ قَارِئٌ فَقَدْ قِيلَ ثُمَّ أُمِرَ بِهِ فَسُحِبَ عَلَى وَجْهِهِ حَتَّى أُلْقِيَ فِي النَّارِ... (مسلم)
Seorang laki2 yg belajar ilmu dan mengajarkannya, dan ahli membaca alqur'an, dia didatang kemudian Alloh menunjukkan nikmat2nya dan dia mengakuinya, kemudian
Alloh bertanya: maka apa yg kamu amalkan sebab nikmat2 itu?
Dia menjawab: aku belajar ilmu dan mengajarkannya, dan aku ahli membaca alqur'an.
Alloh berfirman: dusta kamu, akan tetapi kamu belajar supaya dikatakan orang yg pintar, dan kamu membaca slqur'an supaya dikatakan orang yg ahli membaca alqur'an, dan kamu sudah dikatakan begitu,
Kemudian Alloh perentah, dia seret diatas wajahnya hingga dibuang keneraka.
مَنْ تَعَلَّمَ عِلْمًا مِمَّا يُبْتَغَى بِهِ وَجْهُ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ لَا يَتَعَلَّمُهُ إِلَّا لِيُصِيبَ بِهِ عَرَضًا مِنْ الدُّنْيَا لَمْ يَجِدْ عَرْفَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ (أبو داود: صحيح)
Barang siapa mencari ilmu yg semestinya untuk mencari wajahnya Alloh (ilmu agama) tapi dia mencarinya hanya untuk mencari harta duniya, maka dia tdk akan mencium baunya surga.
Sufyan assauri berkata:
" مَا ازْدَادَ عَبْدٌ عِلْمًا ، فَازْدَادَ فِي الدُّنْيَا رَغْبَةً ، إِلَّا ازْدَادَ مِنْ اللَّهِ بُعْدًا " (مقدمة المجموع)
Tidaklah Seorang hamba bertambah ilmunya, kemudian bertambah senangnya dengan dunia kecuali dia bertambah jauh dari Alloh
2- bersihkan hati, dari sifat2 yg merusak, seperti sombong, dengki, senang bermusuhan, meremehkan,,
العلم حرب للفتى المتعالي، كالسيل حرب للمكان العالي (الفقيه والمتفقه)
Ilmu adalah musuh/anti bagi pemuda yg sombong, seperti banjir yg anti dengan tempat yg tinggi
3- bersihkan diri perbuatan2 buruk, sperti, adu domba; menggunjing, menghina.
4- hiasi diri dengan sifat yg baik, seperti: hati yg lapang, pengasih dan tawadhu' terlebih kepada guru:
يقول ابن عباس: ذللت طالبا، فعززت مطلوبا (جامع بيان العلم وفضله)
Aku merendah ketika aku mencari (belajar) maka aku terhormat ketika aku dicari (mengajar)
Imam Ahmad berkata pada hkolap bn Ahmar:
لا أقعد إلا بين يديك، أمرنا أن نتواضع لمن تعلمنا منه (الفقيه والمتفقه)
Aku tdk akan duduk kecuali didepanmu, sebab kami diprintah untuk tawadhuk kepada org yg kami belajar darinya
5- menerima hidup sederhana, jauh dari gaya hidup yg foya2, tidak ngoyo untuk jadi orang kaya, sebsb hal2 seperti ini akan banyak menyita konsentrasi dalam belajar, dan bahkan banyak yang gagal dlm mencari ilmu sebab merasa sayang untuk melewatkan kesempatan kerja atau bisnis.
Dan jika tolib ilmu akan nyabi kerja atau bisnis, maka harus pintar memilih pekerjaan yg tidak mengganggu kegiyatan belajar.
Begitu pula kebiasaan senang berfoya2 atau enak2an akan membuat tolib menjadi manja, mudah mengeluh, padahal ilmu adalsh cita2 yg luhur yg menuntuk pengorbanan dan kegigihan:
Yahya bn abi kastir berkata:
« لا يستطاع العلم براحة الجسم » . (صحيح مسلم)
Ilmu tidak akan didapat dengan istirahatnya badan.
لا تحسبن المجد تمراً أنت آكله ... لن تبلغ المجد حتى تَلْعَقَ الصَـبِرَا.
Jangan kau sangka bahwa kemulyaan itu seperti korma yang kamu makan.. kamu tidak akan mencapai kemulyaan sampai kamu menelan shobir ( jamu yang pahit).
6- sobar menghadapi cobaan2 dan beratnya mencari ilmu, sebab dalam perjalanan mencari ilmu pasti banyak cobaan, seperti sakit, hidup kekurangan, kangen keluarga dsb, yg jika tidak dihadapi dengan kesabaran akan menggagalkan tujuan mencari ilmu.
مَنْ لَمْ يَصْبِر عَلَى ذُلّ التَّعَلُّم سَاعَة بَقِيَ فِي ذُلّ الْجَهْل أَبَدً ( ذكره ابن كثير في سورة اﻷعرف :146)
Barang siapa tidak sabar hinanya belajar yang sebentar, maka dia akan tinggal dalam hinanya kebodohan selamanya.
وَاسْتَعِينُواْ بِالصَّبْرِ وَالصَّلاَةِ (البقرة: 45)
Mintalah pertolongan dengan sobar dan sholat.

Cantolan-Cantolan dari para ulama, tentang adab, dan pentingya adab bagi tholib ilm





1- ali bin abi tolib
كن ابن من شئت واكتسب أدبا... يغنيك محموده عن النسب
Jadilah kamu anak siapa saja, tapi kamu harus memiliki budi pekerti.
Budi pekerti yg baik mencukupimu dari nasab yg terhormat.
Seorang pemuda ( yg sesungguhnya) yg berkata inilah aku.
Bukanlah seoarang pemuda, orang yg mengatakan bpkku adalah..
2- abdulloh bin mubarok:
Barang siapa yg meremehkan adab, maka akan dihukum dengan tdk bisa mengerjakan amal2 sunnah, barang siapa menganggap remeh tdk mengerjkan amalan sunnah akan dihukum dengan tdk mengerjakan amal2 wajib, barang siapa yg menganggap remeh tdk mengerjakan kewajiban, maka akan dihukum dengan tdk mendapatkan makrifah (ilmu/kedekatan dengan alloh) (madarijussalikin)
Adab yg sedikit lebih kami butuhksn daripada ilmu yg banyak (madarijussalikin)
3- hkotib albahgdadi:
Seharusnya para tolib ilmu hadis itu menjadi manusia yg paling sempurna adabnya, mahluq yang paling tawadhuk, paling bersih dan agamis, dan paling sedikit kesembronoan dan marahnya, sebab telinga mereka mendengar selalu mendengar cerita2 yg berisi baiknya ahlak Rosululloh shollallohu alaihi wasallam dan prilakunya, prilaku orang2 pilihan dari shahabat2 Nabi, prilaku para ahli hadis, dan prilaku2 baik orang2 dulu, sehingga mereka mengambil yg baik2 dan berpaling dari yg jelek2 (aljamik liahklaqirrowi waadabissamik)
4- imam malik:
Wajib bagi tholib ilmu memilik sifat wibawa, tenang, takut kepada Alloh, dan mengikuti jejak orang yg telah lewat sebelumnya. (aljamik liahklaqirrowi waadabissamik)
5- hasan albasri;
Dulu orang pergi untuk mendidik dirinya (belajar adab) dalam waktu dua tahun kemudian dua thn lagi (tadzkiritussamik walmutakallim)
6- sufyan assauri:
Dulu seseoarang kalau akan menulis hadis, maka dia belajar adab dan beribadah seblum menulis hadis selama dua puluh tahun. (Hilyatul ailiyak)
7- imam malik:
Sambil memakaikan sorbanku ibuku berkata: pergilah ketempat Robiah, pelajarilah adabnya sebelum ilmunya.(tartibul madarik)
8- ibnu wahb:
Adab (imam) malik yg kami nuqil, lebih banyak dari pada ilmunya yg kami pelajari

by: Syekh Abdullah Masud

Kamis, 10 November 2016

Adab Pencari ilmu (Bagian 2)







Perhatian salafus sholih terhadap adab mencari ilmu.

Yang dimaksud dengan salafus sholih adalah para shabat nabi dan dan ulama-ulama yang mengikuti jalan para shahabat dalam memahami dan mengamalkan agama.

Para shahabat adalah orangorang yang mendapat bimbingan langsung dari Rosululloh sollallohu alaihi wasallam, menyaksikan proses turunnya wahyu, mengerti sababu wurudnya hadis, dan mereka adalah generasi terbaik yang dipilih Alloh untuk mendampingi dan belajar langsung dari Rodululloh shollallohu alaihi wasallam, maka selain mereka sangat memahami maksud dari stiap ayat yg turun dan hadis yg terjadi, mereka juga contoh dalam kepatuhan terhadap ajaran-ajaran Alloh Rosul.
Termasuk masalah terpenting dalam agama, yang tentunya sangat difahami dan menjadi perhatian para shohabat dan ulama-ulama terdahulu, adalah masalah adab/tata krama/budi pekerti, dimana banyak terdapat ayat dan hadis yang menunjuk penting adab, mulai dari ayat atau hadis yang manyanjung ahlak yang mulya, dan menjelaskan keutamaanya, sampai hadis-hadis yang memperingatkan bahanya berahlak buruk dan akibat-akibat buruk dari buruknya ahlak.
Perhatian ulama-ulama dulu terhadap masalah tatakrama, dapat dilihat dari:
a- banyaknya, kitab-kitab yang mereka susun husus dalam masalah adab, terutama adab mencari ilmu, ada yang hanya mencantumkan hadis-hadis tentang ahlak, ada juga yg disertai degan arahan-arahan yang berhubungan dengan penerapan tatakrama, kitab-kitab tersebut diantaranya adalah:

1- اﻷدب المفرد (البخاري)
2- الجامع في أخلاق الراوي وأدب السامع (الخطيب البغدادي)
3- تذكرة السامع والمتكلم في أدب العالم والمتعلم ( بدر الدين ابن جماعة)
4- اﻵداب الشرعية والمنح المرعية (ابن المفلح المقدسي)
5- غذاء اﻷلباب بشرح منظومة اﻵداب (السفاريني)
6- مقدمة المجموع (شرف الدين النواوي)

B- mereka juga memasukkan kitab adab dalam kitab hadis baik yang dalam katagori sunan ataupun jamik.
C- pendidikan yang berkaitan dagan adab terutama dikalangan anak-anak kholifah dan anak-anak ulama, menjadi sepesialisasi orang-oarang tertentu dan langsung ditangani oleh para ulama-ulama besar, sampai ada ulama (ibn abiddunya) yang mendapat julukan مؤدب أولاد الخلفاء .
Bahkan para kholifah dulu sampai membuat ruang husus didalam istana untuk pendidikan adab anak-anaknya, sehingga mereka bisa mengawasi langsung pendidikan anakanaknya dan memberi masukan-masukan kepada pendidiknya.
d- mempelajari biografi para ulama, orang-orang sholeh, ulama-ulama yang ahli dalam mendidik, orang yang ahli ibadah...
Bahkan sedikit pelajaran adab bagi mereka lebih berharga daripada ilmu yang banyak.
e- perhatian mereka terhadap praktek tata krama dan budi pekerti yang mereka dapat dari ucapan dan contoh dari guru-guru mereka.


oleh : Syekh Abdullah Mas'ud 
__BERSAMBUNG__

Adab Pencari ilmu (Bagian 1)



Pentingnya adab dalam islam.
Didalam islam adab memiliki kedudukan yang sangat penting, bahkan keimanan seseorang dapat diukur dengan budi pekertinya:: "(أكمل المؤمنين إيمانا أحسنهم خلقا (الترمذي: صحيح
Orang iman yg paling sempurna imannya adalah orang iman yg paling baik budi pekertinya

Sebab sangat pentingya adab dalam islam, 
Rosululloh sholallohu alaihi wasallam sampai menjadikan adab dan budi pekerti sebagai tujuan utama dakwahnya:
(إنما بعث ﻷتمم مكارم اﻷخلاق (أحمد : صحيح
Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan ahlak yang mulya.


Budi pekerti yang baik adalah cerminan jiwa yg baik, dan pertanda keberuntungan diduniya dan aherat, dan buruknya budi pekerti adalah pertanda celaka didunia dan aherat, tidak ada yang lebih mendatangkan kebaikan duniya dan aherat kecuali budi pekerti yg baik, dan tidak ada penyebab kejelekan duniya dan aherat yang melebihi buruknya budi pekerti.

Sebab budi pekerti yg baiklah seseorang mau beribadah kepada Alloh.
Sebab budi pekerti yg baik seseorang menjadi taqwa.
Sebab budi pekerti yg baik seseorang menjadi taat Alloh dan Rosul.
Sebab budi pekerti yg baik seseorang meninggalkan perkar2 yg buruk dan memilih perkara2 yg baik.
Sebab budi pekerti yg baik seseorang mendapat cinta Rosululloh sollallohu alaihi wasallam dan tempat yg dekat dengannya disurga.

(إن من أحبكم إلي وأقربكم مني ننزلة يوم القيامة أحاسنكم أخلاقا (الترمذي: صحيح
Sesungguhnya termasuk orang paling aku cintai dan tempatnya paling dekat denganku dihari qiamat adalah kalian yg paling baik ahlaqnya

Sebab budi pekerti yg baik seseorang akan dicintai oleh lingkungannya, maka Rosululloh shollallohu alaihi wasallam menggabungkan ketaqwaan dan budi pekerti yg baik dalam wasiyatnya:
(اتق الله حيث ما كنت، وأتبع السيئة الحسنة تمحوها، وخالق الناس بخلق حسن (الترمذي: صحيح
Taqwalah kepada Alloh dimanapun kamu berada, berbuatlah baik setelah berbuat jelek, maka kebaikan itu akan menghapus kejelekan, dan pergaulilah manusia dengan Ahlaq yg baik.

Orang yang berahlaq baik dimanapun akan disenangi, dan selalu dikenang kebaikannya,
Budi pekerti yg baik menunjukkan aqal yang cerdas, dalam pepatah arab dikatakan:
لا أدب إلا بالعقل ولا عقل إلا باﻷدب
Tidak ada budi pekerti tanpa aqal dan tidak ada aqal tanpa budi pekerti


oleh : Syekh Abdullah Mas'ud 

__BERSAMBUNG__

Meramut, membina Generasi Penerus QHJ

        بِسْـــــــــمِ ﷲِالرَّحْمنِ الرَّحِيم




Mengapa Harus menegur ?

         Metode pengajaran Nabi banyak sekali, salah satunya adalah mengoreksi kesalahan, dalam bahasa agama disebut Nashihat.Meluruskan orang lain harus Ikhlas, tulus, memilih bahasa yang sangat baik, karena kemungkinan orang lain tersinggung.Metode Nashihat yang baik Alqur’an telah mengajarkan pelajaran yang berharga, Alquran memuat perintah, larangan, izin, teguran dan koreksi atas kesalahan.

        Orang tidak luput dari teguran, Bahkan Nabi pun tidak luput dari teguran :
1. Ayat-ayat teguran ini menunjukkan kehambaan mutlak Rasulullah Saw di hadapan kebesaran mutlak Allah yang Maha Agung. Inilah yang mendasari Rasulullah Saw untuk tidak berat memperdengarkan ayat-ayat ini di pendengaran sahabat-sahabatnya. 
Hal ini menanamkan pelajaran besar bahwa ketinggian derajat hamba di sisi Allah SWT lebih ditentukan oleh sejauh mana hamba tersebut mengakui kehambaannya yang ditafsirkan lewat manifestasi-manifestasi ibadah.عَبَسَ وَتَوَلَّى أَن جَاءهُ الْأَعْمَى وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّهُ يَزَّكَّى 
  1. Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,
  2. karena telah datang seorang buta kepadanya.
  3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa). (QS.Abasa, 1-3).

Kisah Nabi dalam peristiwa Zaid bin Haritsah, Nabi malu untuk menyampaikan apa adanya, Kemudian Allah memerintahkan Nabi Muhammad S.A.W untuk menikahi Zainab. "Maka tatkala Zaid telah mengakhiri keperluan terhadap istrinya ( menceraikannya ). Kami kawinkan kamu dengan dia supaya tidak ada keberatan bagi orang mu`min untuk ( mengawini ) istri-istri anak-anak angkat mereka, apabila anak-anak angkat itu telah menyelesaikan keperluannya daripada istrinya. Dan adapun ketetapan Allah itu pasti terjadi." (Q.S.33:37 ) 


2. Sahabat pun tidak luput dari teguran 
Dalam peristiwa Hathib bin Abi Baltaah: Inilah yang dilakuakn Rasulullah saw kepada Khatib bin Baltaah ketika ia ketahuan mengirimkan surat kepada kaum kafir Quraisy mengabarkan niat Nabi untuk menaklukkan mekah. Rasulullah saw. Segera memanggil Khatib sambil mengeluarka surat khatib untuk keluarganya di Mekah. 
“Hai Hatib, apa yang mendorongmu melakukan ini ?” Hatib berkata “Wahai Rasulullah, janganlah engkau terlampau cepat menghakimi ku, Aku sama sekali tidak berniat buruk. Aku punya keluarga di Quraisy. Aku adalah pelindung sebagaian anggota keluargaku meskipun mereka belum masuk Islam. Disisimu juga banyak kaum muhajirin yang memiliki kerabat yang menjaga dan memilihara keturunan serta harta mereka, bila mereka semua binasa siapa lagi yang akan menjaga harta dan keluarga kaum Muhajirin?.” Rasulullah saw. Terdiam sejenak, beliau merasakan kejujuran dalam ucapan Hathib. Kemudian Hathib berkata lagi dengan suara lembut “Wahai Rasulullah aku melakukan itu bukan karena aku telah murtad dari Islam, Bukan juga karena aku meridhoi kekafiran. … Rasulullah Bersabda engkau benar. Ucapan Rasulullah ini menunjukkan bahwa rasulullah telah memaafkan kesalahan Hathib. Namun beberapa sahabat diantaranya Umar bin Khattab tidak puas mendengar ucapan dan pengakuan Hathib, mereka menuduh Hathib telah merencanakan perbuatannya dengan matang. Umar berkata “Wahai Rasulullah, biarkan aku membunuhnya, sungguh ia seorang Munafiq. Tuduhan itu dilemparkan Umar, padahal Hathib terbebas dari munafiq. Rasulullah memandanga Umar, menenangkannya dan meredakan kemarahannya. Kemudian berkata “Wahai Umar, Hathib adalah pejuang Badar, kita tidak pernah tahu bahwa mungkin saja Allah menakdirkan dia salah Satu syuhada badar. Kemudian Rasulullah berpaling dari Hatib dan bersabda “Kerjakanlah sekehendak kalian, karena kalian telah di ampuni”, Air mata mengalir deras dari mata Umar dan dia berkata “Allah dan Rasul-Nya lebih tahu” (HR.Bukhori, 6259) 

Para sahabatpun ditegur oleh Allah ketika mereka berlaku tak sopan pada Nabi. Alkisah, rombongan Bani Tamim menghadap rasul. Mereka ingin Rasul menunjuk pemimpin buat mereka. Sebelum Nabi memutuskan siapa, Abu Bakar berkata: "Angkat Al-Qa'qa bin Ma'bad sebagai pemimpin." Kata Umar, "Tidak, angkatlah Al-Aqra' bin Habis." Abu Bakar berkata ke Umar, "Kamu hanya ingin membantah aku saja," Umar menjawab, "Aku tidak bermaksud membantahmu." Keduanya berbantahan sehingga suara mereka terdengar makin keras. Waktu itu turunlah ayat:
 "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mendahului Allah dan Rasul-Nya. Takutlah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah maha Mendengar dan maha Mengetahui. Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menaikkan suaramu di atas suara Nabi. janganlah kamu mengeraskan suara kamu dalam percakapan dengan dia seperti mengeraskan suara kamu ketika bercakap sesama kamu. Nanti hapus amal-amal kamu dan kamu tidak menyadarinya (al-hujurat 1-2)


... bersambung...


Selasa, 08 November 2016

Simulasi 3 Dimensi cara kerja Omega-3 & 6 membersihkan plak di pembuluh darah





PDO (PURE DEEP OCEAN) 
Mengandung OMEGA-3, 6 dan 9 65,96% 

Khasiatnya sangat Luar Biasa dan sudah terbukti dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit tanpa menimbulkan efek samping seperti :
kanker payudara/rahim/hati, hepatitis, liver, diabetes, jantung koroner/bengkak/bocor, stroke, leukimia, asthma, paru-paru, darah tinggi, asam urat, hernia, vertigo, sinusitis, gangguan saluran kencing, kolesterol, kista, menyuburkan kandungan, sakit persendian, ginjal, sakit menjelang menstruasi, meningkatkan kecerdasan otak, rhematik, osteoporosis, dan lain-lain.
PDO (Pure Deep Ocean) adalah minyak ikan pilihan berasal dari jenis ikan yang hidup di laut yang dalam (DEEP OCEAN) di Indonesia bagian timur yang kedalamannya tidak tertembus sinar matahari dan terbebas dari pencemaran lingkungan dan diolah secara murni (PURE), alamiah, hygienis, dan bermutu tanpa bahan kimia sehingga dapat dikonsumsi untuk segala umur tanpa menimbulkan efek samping.
PDO mengandung Fish Oil dimana terkandung Asam Lemak Essensial (EFA) yang terdiri dari : Omega 3 (EFA, DHA dan ALA), Omega 6 (LA, GLA), Omega 7 dan Omega 9 (OA). PDO juga berfungsi memelihara kesehatan fungsi jantung dan tekanan darah.
Komposisi :
Tiap kapsul lunak mengandung :
Fish Oil  500 mg. yang mengadung :
  1. Omega 3
  2. Omega 6
  3. Omega 7
  4. Omega 9 ............................................. 328,9 mg
  5. Asam Lemak Essensial (EFA) .............. 170,2 mg

Sertifikat Halal Cangkang Kapsul MUI No. 00260055370610
 Aturan Pakai :
 Dewasa :
  • Pengobatan : 3 x 2 - 3 kapsul per hari
  • Perawatan   : 1 - 2 kapsul pagi & sore
Anak-anak : 1 kapsul pagi dan sore



Info Pemesanan :
HP : 081288662511/087881250011
WA : 081288662511
PIN BB : 5E8E1096

PENYAKIT HATI [KAGUM DIRI, MERASA POL DEWE]

    Kagum diri dapat diartikan suatu penyakit hati yang membuat seseorang merasa bahagia dengan pujian dari orang lain dan merasa diri...